MENGGUNAKAN handphone pada saat hamil? Sebaiknya dihindari demi kesehatan si jabang bayi. Sebuah studi yang dilakukan terhadap 1.300 anak mendapatkan hasil bahwa wanita yang sering menggunakan handphone pada saat sedang hamil akan mengakibatkan si anak mempunyai masalah sikap (behavioral). Studi yang dilakukan oleh Universitas California (UCLA) dan Universitas Aarhus di Denmark menemukan bahwa penggunaan handphone (sekitar tiga kali sehari) akan dapat meningkatkan risiko si bayi menjadi hiperkatif dan mempunyai masalah emosi yang kurang stabil, terutama pada saat mereka mulai memasuki usia sekolah (taman kanak-kanak). Kesimpulan ini sendiri ditemukan secara tidak sengaja dan mereka sendiri belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Tentu saja, jangan sampai hal ini membuat Anda menjadi paranoid, tetapi tidak ada salahnya mengurangi penggunaan handphone sampai si jabang bayi dilahirkan.Indêx ►
- CooL News (30)
- Sang Penemu (6)
- Tahukah Anda? (27)
HP Musuh Ibu Hamil
MENGGUNAKAN handphone pada saat hamil? Sebaiknya dihindari demi kesehatan si jabang bayi. Sebuah studi yang dilakukan terhadap 1.300 anak mendapatkan hasil bahwa wanita yang sering menggunakan handphone pada saat sedang hamil akan mengakibatkan si anak mempunyai masalah sikap (behavioral). Studi yang dilakukan oleh Universitas California (UCLA) dan Universitas Aarhus di Denmark menemukan bahwa penggunaan handphone (sekitar tiga kali sehari) akan dapat meningkatkan risiko si bayi menjadi hiperkatif dan mempunyai masalah emosi yang kurang stabil, terutama pada saat mereka mulai memasuki usia sekolah (taman kanak-kanak). Kesimpulan ini sendiri ditemukan secara tidak sengaja dan mereka sendiri belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Tentu saja, jangan sampai hal ini membuat Anda menjadi paranoid, tetapi tidak ada salahnya mengurangi penggunaan handphone sampai si jabang bayi dilahirkan.
Label: Tahukah Anda?
Topi Pembaca Pikiran
Sekilas bentuknya seperti topi biasa. Namun, dengan tambahan sensor dan perangkat elektronika khusus, topi tersebut dapat memantau aktivitas otak pemakainya. Ia akan menganalisis sinyal electroencephalogram (EEG) yang dipancarkan otak dan dapat menyimpulkan apabila pemakainya mengantuk atau menginginkan sesuatu. Topi tersebut memang dirancang untuk membantu pemakainya mengetahui hal-hal di luar kesadaran. Hal tersebut mungkin sangat membantu saat kita sedang melakukan pekerjaan berisiko besar atau butuh konsentrasi penuh, misalnya saat mengendarai mobil.
Di masa lalu sistem pemantau sinyal biologi membutuhkan kabel dan rangkaian yang ruwet. Selain itu, dibutuhkan gel sebagai media pengantar antara sensor dan kulit. Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini, gel tak lagi dibutuhkan. Hanya perlu jarak minimum agar sensor dapat membaca sinyal yang dipancarkan otak.
Tim riset dari Taiwan sengaja merancang sistem pemantau sinyal biologis seperti ini menggunakan topi agar mudah dipakai dan nyaman. Rangkaian elektronikanya juga dibuat kecil dan ringkas. Selain itu, data-data pengukuran dipancarkan secara otomatis ke komputer secara nirkabel. Hasil analisis dilakukan realtime sehingga dapat diketahui langsung sesuai dengan kebutuhan.
"Ini dapat digunakan pada bermacam aplikasi. Kami baru menggunakannya sebagai sistem peringatan mengantuk untuk pengendara," ujar Li-Wei Ko dari Universitas Chiao-Tung, Taiwan, yang melaporkan hasil penelitian dalam IEEE Transactions on Biomedical Engineering edisi terbaru.
Jadi, dalam pengembangan alat ini mereka tidak mengembangkan dan melakukan uji coba terhadap sistem EEG, namun juga mendesain sistem BCI (brain computer interface) sebagai perangkat pemantau bergerak dan nirkabel. Di permukaan topi terdapat lima elektroda kering dan satu elektroda di belakang telinga kiri untuk menangkap sinyal EEG. Sinyal otak yang diterima akan diteruskan ke komputer dengan bluetooth untuk jarak kurang dari 10 meter sampai gelombang radio frekuensi tinggi untuk jarak hingga 60 meter.
Label: Tahukah Anda?
"Gonodactylus" Udang Bermata Tajam
SEKELOMPOK peneliti asal Swiss dan Australia berhasil menemukan spesies udang yang bernama Gonodactylus smithii. Udang tersebut memiliki ketajaman mata yang luar biasa. Tinggal di gugusan karang Great Barrier Reef, Australia, udang tersebut mampu melihat warna-warni yang tidak dapat dilihat binatang lain, bahkan manusia. "Gonodactylus smithii mampu melihat 12 jenis warna dasar, empat kali lebih banyak daripada yang dapat dilihat manusia. Udang ini mampu pula melihat enam jenis gelombang cahaya berbeda," ujar ketua tim peneliti, Andrew White, ilmuwan dari Universitas Queensland, Australia. Karena hidup dalam dunia yang lebih kaya warna, Gonodactylus smithii memiliki kemampuan bertahan hidup lebih tinggi daripada spesies-spesies lain. Pasalnya, udang ini mampu melihat makanan-makanan yang tidak terlihat oleh binatang lain.
"Sebagian makanan spesies laut memang berwarna nyaris transparan atau benar-benar transparan, bagi mata binatang lain atau manusia. Namun, bagi Gonodactylus smithii, makanan itu sama sekali tidak transparan sebab udang tersebut mampu melihat warna ultraviolet hingga inframerah," ungkap White.
White mengungkapkan, Gonodactylus smithii adalah udang laut yang ganas. Dalam kerajaan udang, Gonodactylus smithii dinilai sebagai spesies paling perkasa karena memiliki cakar tajam. Kombinasi mata tajam dan cakar itu menjadikannya predator paling ganas di habitatnya.
Label: Tahukah Anda?
GEN H-4 Helikopter Terkecil di Dunia
GENNAI Yanagisawa, seorang ilmuwan Jepang berhasil menciptakan helikopter mini yang memungkinkan manusia untuk terbang tanpa harus duduk di dalamnya. Yanagisawa, pria berusia 75 tahun ini akan mendemonstrasikan temuannya pada 25 Mei nanti di kota kelahiran pelukis sekaligus ilmuwan Italia Leonardo Da Vinci. Kota Vinci dipilihnya sebagai bentuk pernghormatan dan rasa terima kasihnya kepada Da Vinci. Pasalnya, Yanagisawa mengaku bahwa ide pembuatan helikopter ini berasal dari pemikiran Da Vinci. Ilmuwan pemikir di zaman Renaisans ini telah mendesain aerial screw pada tahun 1480. Teknik inilah yang kemudian dipercaya sebagai teknik paling dasar pembuatan mesin untuk kapal terbang.
Helikopter milik Yanagisawa ini, yang kemudian diberi nama GEN H-4 dikendarai oleh dua baling-baling yang berputar secara berlawanan untuk menghasilkan gerak yang stabil. Selain itu, GEN H-4 juga dilengkapi empat mesin yang memungkinkan daya terbang selama 30 menit dengan kecepatan sekitar 56 mil per jam.
"Konsep dari helikopter ini memang didasari pemikiran Da Vinci. Oleh karena itu, saya sangat ingin menerbangkannya di kota kelahiran Da Vinci. Bahkan masyarakat Italia sepertinya antusias dengan temuan ini sehingga saya ingin menunjukkan yang terbaik untuk mereka," ujar Yanagisawa.
Meskipun helikopter seberat 82,5 kg ini mampu terbang setinggi 165 yards, Yanagisawa hanya ingin berada di ketinggian 16,5 kaki dari atas tanah dengan durasi sekitar 10 menit. "Hal ini akan memungkinkan seluruh pengunjung melihat saya dan diharapkan mereka akan menikmati penerbangan ini," ujar Yanagisawa.
Yanagisawa dikabarkan telah berhasil menjual lima unit GEN H-4 di Jepang dan dua unit lagi di Amerika. Dia menjual temuannya ini untuk kepentingan wisata atau rekreasi seharga 57.140 dolar AS. "Suatu saat helikopter ini dapat digunakan oleh semua orang seperti halnya sebuah skuter," katanya. (AP/jam) **
Daun Tanaman, Alat Komunikasi Serangga
Roxina Soler, seorang ahli ekologi asal Belanda, bersama timnya dari Netherlands Institute for Ecology di Maarssen menemukan bukti bahwa serangga herbivora, baik yang ada di atas maupun di bawah permukaan tanah, ternyata mampu berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan daun tanaman. Serangga bawah tanah diketahui mengirimkan sinyal peringatan lewat daun pohon kepada serangga di atas permukaan untuk menyatakan bahwa tanaman itu "sudah ada yang punya".
Serangga pemakan daun memang lebih suka tanaman yang belum dikuasai oleh serangga bawah tanah pemangsa akar. Para peneliti menemukan, serangga akar mengirimkan sinyal kimiawi lewat daun tanaman, yang mengingatkan serangga daun akan kehadiran "saudaranya". "Pesan singkat" ini akan segera diketahui serangga permukaan manakala mereka hinggap di suatu daun. Dengan demikian, serangga yang berbeda ruang ini bisa menghindari satu sama lain sehingga tidak berebut pohon yang sama. Hasil penelitian menunjukkan, serangga bawah tanah dan atas yang memangsa tanaman yang sama akan tumbuh secara lambat karena tanaman disedot oleh kedua belah pihak, yang membuat kualitas tanaman menjadi buruk.
Label: CooL News
Laptop-laptop Ultraringan
KEMUNCULAN laptop MacBook Air keluaran Apple memang superheboh. Orang pun dibuat berdecak kagum. Maklum saja, dengan desain yang unik dan modis, Steve Jobs, sang pendiri Apple, mengklaim MacBook Air sebagai laptop tertipis di dunia. Meski harus diakui, MacBook Air adalah laptop tertipis (superslim) di dunia, tetapi soal bobot, MacBook bukanlah laptop teringan. Dengan bobot 1,5 kg, MacBook jelas masih kalah ringan jika dibandingkan dengan beberapa merek laptop yang diluncurkan beberapa waktu sebelumnya. Selain bobotnya, MacBook mungkin juga bukan termasuk laptop yang paling praktis. Berikut ini adalah beberapa laptop yang termasuk ultraringan, tentu dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Lenovo ThinkPad X300
Thinkpad X300 adalah laptop superringan dari Lenovo yang bisa disebut lawan sepadan bagi Apple MacBook Air. Dengan layar 13,3 inci, berat laptop ini di bawah 1,5 kg, atau lebih ringan daripada MacBook. Tetapi, bukan itu saja yang jadi kelebihan laptop ini. LCD-nya sudah mengunakan LED backlight sehingga membuat layar lebih tipis. Selain itu, kemampuan baterai juga lebih lama. Ketebalan ThinkPad X300 hanya 7 mm dengan dual layar DVD burner, WWAN, GPS, dan pengaman pembaca sidik jari.
Spesifikasinya, laptop ini menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo SL7100 (1.2 ghz), display layar lebar (widescreen) 13,3 WXGA+ TFT (LED backlight), Intel Graphics Media Adapter X3100, RAM hingga 4 gb, 64 gb Solid State Drive, pembakar DVD supertipis, konektivitas menggunakan wireless, bluetooth, dan dilengkapi built-in camera, sistem operasi Windows XP Pro / Vista. Harganya sekitar 2.548 dolar AS.
Laptop yang satu ini boleh jadi tak memiliki apa yang ada pada Apple MacBook Air, yakni superslim atau gaya yang Spartan. Namun, konstruksinya yang rock-solid memberinya nilai tambah, laptop ini menawarkan semua hal yang dibutuhkan para pebisnis yang biasa bepergian (mobilitas tinggi). Tidak seperti kebanyakan laptop ultraportable, Lenovo memiliki eraserhead dan touchpad. Papan ketik (keyboard), dengan ukuran penuh (full-size), dan tombol yang diberi arah panah, terasa luar biasa. Yang menjadi kekurangan ThinkPad X300 ialah dalam hal gaya, terutama jika dibandingkan dengan MacBook Air, yang malah memberinya banyak fitur dan fungsi.
Asus U2E
U2E didesain dan dirancang dengan kemewahan terbaik, aksesoris paling bergaya yang sangat berguna dan fleksibel. Kemewahan yang mengagumkan juga terdapat pada casing-nya yang merupakan gabungan bentuk dan fungsi, layar, dan keyboard menyatu sempurna pada engsel yang dipoles sempurna dengan desain yang terinspirasi dari kemewahan cufflink. Kerangka stainless steel yang dipoles dengan tangan dan detail guratan tembaga menyatu sempurna dengan lapisan kulit premium yang menciptakan kesinambungan antara kehangatan dan estetika berteknologi tinggi yang memancarkan dasar kesempurnaan yang dicapai dari visual dan keseimbangan respon.
Beratnya hanya 2,8 pon dan jika ditambah dengan adaptor AC untuk bepergian, beratnya hanya 3,5 pon. Laptop ini juga memiliki tampilan layar lebar yang brilian dengan 1366 x 768 pixel. Seperti pada laptop Sony VAIO VGN-TZ295 N, layar Asus U2E dapat dilihat meski kekurangan pencahayaan LED. Pengguna Asus U2E juga bisa menghubungkan laptopnya kepada layar televisi devinisi tinggi HDTV menggunakan HDMI port. Tampilannya cukup menyenangkan, penuh gaya, termasuk long-running notebook. Asus U2E dengan hard disk solid state 32 gb, mengintegrasikan kemewahan, teknologi, dan standar tinggi pada fashion laptop. Kemewahan dan utility melebur menjadi satu.
Layarnya hanya 11 inci dan berat keseluruhan sekitar 2 kg, laptop ini termasuk tahan guncangan dan didesain lebih ramah lingkungan. Berkat penggunaan SSD dan panel LCD dengan back-lit LED, menjadikan laptop Asus U2E efisien dalam penggunaan energi. Modul webcam beresolusi tinggi menggunakan salah satu lensa terkecil yang ada dan terintegrasi sempurna ke dalam panel LCD U2. Harga 1.999 dolar AS dan 2.699 dolar AS dengan 32 gb SSD dan 160 gb external HDD.
Toshiba Portege R500
Laptop ini didesain tak biasa, namun atribut desain tersebut tampaknya disengaja oleh pabrikan sebagai corak yang tingkat ketahanannya sudah ditingkatkan. Sebelum kemunculan MacBook Air, pihak Toshiba mengaklaim Portege R500 notebook menjadi notebook paling tipis dan ringan. Memiliki ketahanan baterai lebih lama. Layar LCD 12 inci, 64 gb SSD drive hanya memiliki berat 1 kg dengan ketebalan 19,5 mm. Layar LCD mengunakan jenis LED sebagai lampu backlight.
Toshiba mengatakan, Portege R500 mampu bekerja sampai 12 jam. Dengan mengurangi ukuran yang disebut High Density Mounting Technology, laptop ini berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu laptop tertipis. Ukuran mainboard diperkecil sampai 35 persen, dengan kombinasi supertipis DVD 7 mm drive dan mengurangi berat dari engsel notebook. Prosesornya saja mengunakan tipe ULV Core 2 Duo dengan kecepatan 1.2 ghz dan memory 1 gb terpasang. Salah satu kekurangannya, Portege R500 hanya memiliki satu USB port. Harganya 3.000 dolar AS.
Fujitsu LifeBook P8010
Kehadiran Fujitsu LifeBook P8010 memang ditujukan untuk menggantikan seri sebelumnya, yakni P7230. LifeBook P8010 merupakan salah satu dari sedikit ultraportable device yang dapat bertahan begitu lama dalam sekali pengisian baterai, walaupun prosesor yang berdaya rendah dan keyboard yang kurang nyaman dapat menurukan produktivitas kita. Mereka yang telah mengenal P7230 akan melihat bahwa terdapat perubahan desain pada P8010.
Walaupun dimensi yang ada lebih besar yaitu 11,2 x 8,4 x 1,4 inci (HWD) dari dimensi sebelumnya yaitu 10,7 x 7,8 x 1,2 inci, tetapi berat yang hanya 2,8 pon, lebih ringan dari tipe P7230 sebagai versi pendahulunya. Bentuk rangka yang lebih lebar, membuat P8010 dapat memiliki layar 12 inci dari 10,6 inci pada versi sebelumnya.
Kecepatan selalu menjadi masalah pada P-series. Karena keterbatasan ukuran maka P-series hanya dapat menampung prosesor dengan voltage rendah. Pada P8010 prosesor yang digunakan 1.2 ghz Intel Core 2 Duo L7100, harddisk 120 gb 5400 rpm dan memori 2 gb. Kelebihan karena menggunakan prosesor voltase rendah ini adalah daya tahan baterai yang cukup lama yaitu sekitar 5 jam. Disamping itu, hal tersebut juga dapat menghemat tagihan listrik anda. LifeBook P8010 memiliki sertifikasi Energy Star 4.0 dan EPEAT Silver. Jumlah energi yang digunakan sama dengan MacBook Air.
Fujitsu LifeBook P8010 adalah salah satu dari device ultraportable yang mengintegerasi optikal di dalamnya, dan menghasilkan baterai tahan lama dengan berat kurang dari 3 pon. Tetapi dengan harga 2.000 dolar AS yang lebih mahal dibandingkan dengan pesaingnya, Fujitsu seharusnya mencari cara untuk memperbesar keyboard dan menaikkan performa sehingga sebanding dengan harganya.
Kurang diminati
Masalahnya, meski dari sisi portabilitas laptop-laptop superringan tersebut sangat mendukung mobilitas penggunannya, namun realitas di pasaran justru memperlihatkan laptop tersebut kurang diminati pasar. Pasar laptop-laptop tersebut juga sangat terbatas. Mengapa laptop superringan sulit dijual?
Salah satu faktornya adalah soal harga yang masih tinggi. Ini memang sebagai konsekuensi dari pemilihan komponen laptop yang makin kecil. Semakin kecil komponen internal, biaya produksi makin tinggi dan imbasnya adalah pada harga jual.
Sementara itu, dari segi fitur, semakin mini laptop maka semakin minim fitur yang tersedia. Demi menghemat ruang, fitur-fitur tersebut harus dipangkas. Misalnya, MacBook Air tidak memiliki CD/DVD drive, atau baterai yang mudah diganti. Hilangnya beberapa fitur, bagi sebagian orang, tentu saja akan menjadi gangguan tersendiri. Terutama bagi mereka yang dalam pekerjaannya membutuhkan dukungan fitur lengkap dan kemampuan tingkat tinggi.
Demikian pula dengan ukuran layar yang masih menjadi permasalahan bagi laptop ultraportable. Laptop-laptop ini memang tepat digunakan sebagai laptop kedua untuk menyelesaikan tugas-tugas ringan. Namun, untuk menyelesaikan tugas-tugas berat, laptop dengan ukuran normal masih menjadi pilihan terbaik.
Label: CooL News
Dr. Johny Setiawan Orang Indonesia Penemu Planet Ekstrasolar
"Adakah kehidupan lain di alam ini?" atau
"Berapa lama lama semesta ini terbentuk?"
Begitulah pertanyaan yang sampai saat ini masih belum menemukan jawabannya.
Januari 2008 dunia kembali dibuat tercengang dengan ditemukannya planet ekstrasolar (asing) lainnya oleh tim peneliti Institut Max Planck (MPIA) untuk Astronomi di Heidelberg, Jerman. Planet yang diberi nama TW Hya b tersebut mengelilingi bintang TW Hydrae itu berada di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi.
Penemuan yang menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 2,2 meter di La Silla Observatory, Chile ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terkemuka Inggris, Nature vol. 451, 38 yang terbit tanggal 2 Januari 2008. Penemuan ini membuat kaget dunia astronomi. Pasalnya dalam kurun waktu 12 tahun terakhir tak satu pun planet yang muncul dari bintang muda. Selain itu, planet tersebut termasuk jenis planet gas raksasa--berukuran antara 5,5 kali hingga 13,1 kali Planet Jupiter--yang merupakan planet termuda yang pernah ditemukan.
Menurut standar astronomi, umur planet tersebut sekitar 8 juta-10 juta tahun. Bandingkan dengan tata surya yang berumur 4,5 miliar tahun dan matahari yang 100 juta tahun lebih tua. Tentu saja planet TW Hya b tergolong sangat muda.
Penemuan ini tidak hanya menambah panjang daftar penemuan planet di luar tata surya kita, namun juga memberikan informasi baru mengenai proses pembentukan planet-planet yang sampai saat ini masih diperdebatkan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sebuah planet dapat terbentuk.
Selain itu, Juni 2005 tim peneliti yang sama juga berhasil menemukan planet ekstrasolar lain yang diberi nama HD 11977 b yang juga memberikan informasi mengenagi pemahaman evolusi dari sistem tata surya lain berkaitan dengan eksistensi planet jika bintang induk yang dikelilingi kehabisan sumber energi.
Namun, siapa yang menyangka penemuan-penemuan oleh tim yang terdiri atas sekelompok astronom Eropa dan Brasil ini ternyata berada di bawah pimpinan anak muda Indonesia yang bernama Johny Setiawan Dr. Rer.nat., Dipl. Phys. Ia menambah deretan putra bangsa yang mengukir prestasi ilmiah di mancanegara.
Johny Setiawan, pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini merupakan salah satu astronom muda yang banyak menorehkan prestasi di tingkat internasional. Penemuannya diakui dunia, diberitakan di majalah dan jurnal internasional, serta di press release European Southern Observatory dan National Geographics Germany.
Ia bergabung sebagai peneliti post-doctoral di MPIA, di Department of Planet and Star Formation (Prof. Dr.Thomas Henning) sejak Juni 2003. Di tahun yang sama pula ia mulai memimpin penelitian di observasi bintang dan planet ESO La Silla. Selain itu, ia juga bekerja secara khusus di sejumlah projek seperti ESPRI (Pencarian Planet dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry).
Planet yang Johny cari bukanlah planet yang berada di tata surya atau sistem planet yang berbintang induk matahari. "Melainkan planet yang diinduki oleh bintang-bintang nun jauh di langit yang dalam dunia astronomi disebut sebagai eksoplanet atau planet ekstrasolar," ujar astronom yang mulai mencari eksoplanet sejak tahun 1999.
Johny bersama timnya di MPIA memfokuskan diri untuk mengkaji tata surya secara komparatif dari sisi luar tata-surya itu sendiri. Sekaligus secara tidak langsung juga mencari kehidupan lain di luar Bumi. Dari riset ekstrasolar yang dia lakukan bersama timnya terdapat lima planet yang sudah dipublikasikan sementara tujuh lainnya masih dalam antrean publikasi. Rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Ketelitian dan tahan banting
Johny yang penampilannya santai ini mengesankan sosok pemuda gaul mengatakan sudah sejak lama ia bercita-cita menjadi astronom. Kesenangannya terhadap astronomi yang amat besar itu dilandasi oleh rasa kagum pada indahnya bintang-bintang di jagat raya. Saat berumur 4 tahun ia sudah ingin sekali mengenal bintang-bintang. "Di waktu SD saya sudah mengenal beberapa bintang raksasa dari buku ilmu pengetahuan," tuturnya.
Menurut pria yang sudah sekitar 10 tahun menjadi astronom di luar negeri ini menjadi astronom amatir tidaklah sulit. Yang sulit adalah menjadi astronom profesional seperti yang sedang ia tekuni. "Karena membutuhkan jenjang pendidikan S-3 di bidang fisika pada umumnya (bukan astronomi)," ujar Johny.
Selain itu, dibutuhkan ketelitian dalam pengamatan serta "tahan banting" untuk bekerja siang-malam di kondisi alam yang sulit. Bisa mengetahui ukuran dan periode revolusi benda langit yang jaraknya amat jauh dari Bumi menuntut pengetahuan dan teknik pengamatan cermat.
Kemudian jika sedang melakukan pengamatan, ia harus rela tidak tidur di malam hari selama 2 minggu di gurun Atacama, . "Hal tersebut amat sulit jika tubuh tidak bisa mengadaptasi udara yang sangat kering dan ditambah dengan suhu yang rendah," kata pria yang mengaku kerasan bekerja di lembaga bergengsi tersebut.
Keseharian Johny yang memperoleh gelar Dr. rer.nat. dari Freiburg, German pada tahun 2003 diisi dengan bekerja di kantor di Heidelberg atau di Observatorium, di Chile. Dengan kegiatan yang meliputi menganalisis data, pengamatan, menulis publikasi ilmiah, dan melatih siswa. Waktu senggang ia gunakan untuk berolah raga yaitu fitness dan berenang.
Label: Sang Penemu
Kecoak Lahir di Orbit
Seekor kecoak yang pernah hidup lama di luar angkasa berhasil membiakkan 30 anak dan cucunya secara normal. Kecoak-kecoak induk tersebut pernah menghabiskan waktu selama 12 hari di orbit. Kecoak bernama Nadezhda telah berhasil melahirkan 30 keturunannya sejak kecoak induk itu tinggal di laboratorium luar angkasa bernama Foton-M di Rusia pada September lalu dan sempat menikmati kehidupan di orbit. "Tidak seperti anak-anak Nadezhda yang menunjukkan kedewasaan dengan cepat dan melebihi kecoak normal karena induknya pernah tinggal di orbit, para cucu Nadezhda ternyata mampu tumbuh sebagaimana kecoak normal di bumi," ujar ilmuwan dari Akademi Kedokteran Voronezh Dmitry Atyakshin. Kecoak-kecoak ini, menurut Atyakshin, merupakan keturunan kecoak yang pernah tinggal di luar angkasa dalam masa kehamilannya dan melahirkan beberapa saat setelah kecoak tersebut kembali ke bumi. Kecoak paling induk (nenek) merupakan salah satu binatang yang pernah diujicobakan di luar angkasa untuk mengetahui daya tahan mereka di luar angkasa. Padahal, kecoak bukanlah habitat yang cocok untuk berada di luar angkasa dalam waktu lama. Dengan demikian, penelitian ini juga menunjukkan jika atmosfer luar angkasa hanya berpengaruh sesaat pada pertumbuhan sebuah generasi dan tidak berlanjut selamanya
Label: Tahukah Anda?
Kertas "Printer" Bisa Dihapus
MESKIPUN e-mail sudah lazim digunakan untuk keperluan berbagi informasi, tidak bisa kita mungkiri bahwa kertas masih banyak digunakan untuk keperluan kantor atau lainnya. Pabrikan teknologi asal AS, Xerox, yang lebih kita kenal dengan mesin fotokopinya itu telah menciptakan sebuah kertas yang dapat menghapus sendiri tulisan atau cetakan yang ada di atas kertas (erasable paper) dalam waktu 24 jam sehingga kertas tersebut bisa digunakan kembali. Ide untuk menciptakan teknologi erasable paper ini adalah untuk mengurangi sampah kertas yang sebenarnya tidak perlu karena mungkin sebagian kertas yang digunakan hanya untuk keperluan sehari saja dan sesudah itu dibuang. Sayangnya, untuk saat ini, erasable paper hanya dapat menghapus cetakan dalam bentuk teks bukan gambar serta dalam warna hitam putih saja.
Label: CooL News
